Short Story ☺

June 22, 2011

Mengagumi Tanpa Dicintai - Episode 2
Sepertinya hari ini memang hari yang penuh kesialan bagi Fika. Peratama, sahabatnya sendiri tidak mendukung keinginannya sampai sampai mereka bertengkar. Tapi entah sekarang di hati kecilnya Fika menyesal karena harus menodai persahabatan mereka selama bertahun tahun hanya karena cowok. Apalagi sebenarnya niat Arga tadi baik, hanya untuk mengingatkan Fika. Kedua, ia telah mengetahui bahwa Mike yang selama ini dia perjuangkan tidak pernah mencintainya dan malah mencintai orang lain.
            Saat akan mengambil minum di dapur, Fika melewati ruang keluarga yang menyambung dengan ruang tamu dan hanya dibatasi tirai. Fika mendengar ada suara tamu di ruang tamu, ia mengintip dari balik tirai, sepertinya saudaranya dari Subaraya, bisa didengar dari logatnya. Keluarga Fika memang berasal dari Surabaya, tetapi sejak bayi Fika sudah dibawa ibunya ke Jakarta jadi logat Fika lebih banyak ke betawi karena menghabiskan waktu di Jakarta.
            Tidak sengaja Fika mendengar percakapan aneh di antara mereka.
            “gimana ceritanya kamu bisa punya anak? Padahal setau saya dulu rahimmu sudah diangkat saat operasi kanker rahim.” Tanya tamu perempuan itu.
            “ jadi begini bu. Dulu waktu saya masih di Surabaya, saya memiliki seorang tetangga yang kaya raya dengan bisnisnya. Tapi saat istri pemilik rumah tersebut hamil 8 bulan, bisnis suaminya bangkrut karena tertipu oleh salah satu rekan bisnisnya. Rumah mereka yang sangat megah itu disita oleh bank, karena kasihan akhirnya saya menampung mereka. Akhirnya pada bulan ke 9, bayi itu lahir, karena keadaan tidak memiliki uang sama sekali, mereka menitipkan bayi itu kepada saya dan meminta saya untuk merawatnya. Dan mereka memberikan nama Fika Sanjaya kepada bayi itu karena nama ayahnya Sanjaya Putra. Sampai suatu saat mereka memutuskan untuk pergi dan menitipkan Fika pada saya.” Cerita ibu sambil menahan isak tangis.
            Cerita ibu barusan benar benar menjadi pukulkan hebat bagi Fika. Dia baru tahu bahwa dirinya bukan anak kandung dari orang tua yang selama ini menjaganya. Ia tak kuasa menahan air matanya.
            “Jadi selama ini ibu menyembunyikan ini semua dari aku? Fika bukan anak kecil lagi bu! Fika berhak tahu! Fika benci sama ibu!” teriak Fika.
            Ibu fika kaget bukan main melihat Fika ada disana“Fika .. dengerin ibu dulu nak..”
            Fika tidak menghiraukan kata- kata ibunya dan berlari keluar dari rumahnya dengan air matanya masih terus mengalir di pipinya. Sekarang dia tidak tahu kemana dia harus pergi, tapi sebenarnya hanya ada satu nama di pikirannya. Arga. Tapi apa dia mau menerimanya ? akhirnya dia memberanikan diri untuk menuju rumah arga.
            Fika mengetuk pintu rumah Arga keras keras
            “Arga… buka pintunya Ga…” suara Fika terdengar parau karena ia berteriak masih dengan menangis.
            Arga membuka pintu dan kaget bukan main melihat sahabatnya menangis seperti itu“Lo kenapa Fik?”
             Fika memeluk tubuh Arga seketika,”Ga. Maafin gue.”
            Arga melepaskan pelukan Fika, “iya iya gue udah maafin lo kok. Lo kenapa nangis?”
            Fika masih terus menangis, Arga memutuskan untuk membawanya masuk ke dalam dan membiarkan Fika minum untuk menenangkannya.
            “kalo lo udah ngerasa tenang, lo boleh cerita.” Ujar Arga sembari duduk di samping Fika.
            “selama ini orang tua gue bohong sama gue Ga. Gue benci sama mereka” Jawab fika dengan air mata yang masih menetes
            “bohong kenapa?” Tanya Arga penasaran, karena setaunya orang tua Fika adalah orang yang baik.
            “Ternyata gue bukan anak kandung mereka.” Fika diam sejenak. “orang tua asli gue, nitipin gue ke ibu waktu gue masih bayi”
            Arga kaget bukan main mendengar berita dari Fika, dia tidak pernah membayangkan bahwa itu terjadi pada sahabatnya itu. Arga memeluk Fika sanagt erat dan membiarkan Fika menangis di pundaknya.
            “Gimana ceritanya Fik? Darimana lo bisa tau?” Tanya Arga
            “tadi saudara gue dari Surabaya dateng, gue engga sengaja denger obrolan dia sama ibu, dan ibu cerita ke sodara gue itu gimana ibu bisa dapetin gue karena ternyata rahim ibu udah diangkat dan dia gak mungkin punya anak.” Jelas Fika.
            “gue ikut sedih Fik. Terus lo tau siapa orang tua asli lo ?”
            “dulu di Surabaya orang tua asli gue kaya raya, tapi karena bisnis mereka bangkrut akhirnya mereka gak punya apa apa lagi, mereka mutusin nitipin gue ke ibu dan mereka pergi entah kemana. Sampe sekarang mereka gak ada kabar karena ibu juga udah pindah ke Jakarta. Bahkan gue engga tau mereka masih hidup atau engga. Nama bokap asli gue Sanjaya Putra. Itu kenapa di belakang nama gue ada kata Sanjaya. Gue pengen ketemu mereka Ga. Gue pengen dapet kasih sayang dari orang tua yang ngelahirin gue.” jawab Fika dengan tersendat
            “lo sabar ya. Gue pasti bantuin lo nemuin orang tua asli lo. Tapi lo engga boleh benci sama ayah dan ibu. Mereka selama ini tulus ngejagain lo walaupun mereka tahu lo bukan anak mereka sendiri. Dan lo harus inget kalo mereka sayang banget sama lo.” Kata Arga sembari mengelus rambut panjang Fika dan dijawab anggukan oleh Fika.
                                                                        ***
            Seminggu setelah Fika tahu bahwa dia bukan anak kandung dari ayah dan ibu, hari harinya dihabiskan dengan mencari orang tua kandungnya. Ditemani oleh sahabatnya Arga, ia mengumpulkan informasi tentang orang tua kandungnya tersebut. Ayah, ibu dan orang tua Arga turut membantu mereka. Tidak hanya itu, Mike, pujaan hati Fika juga turut membantunya setelah mendengar certita dari Fika. Sejak kejadian Fika pingsan waktu itu, Mike telah menganggap Fika sebagai adiknya sendiri hanya saja Fika masih belum bisa menerimanya karena Fika menginginkan Mike menjadi pacarnya bukan kakakya.
            Sepulang sekolah Mike memutuskan untuk mencari buku di sebuah mal. Karena terburu buru dia tidak sengaja bertabrakan dengan seseorang.
            “Aduh” teriak cewek itu sembari berdiri
            “sorry sorry. Kamu engga apa apa?” Tanya Mike. Saat ia mengadahkan kepalanya melihat cewek itu. Betapa kagetnya dia bahwa yang aeda di depannya adalah Stella, pacarnya di Australia.
            “Stella” sebut Mike dengan tatapan tidak percaya
            “Mike” sebut Stella juga dengan tatapan tidak percaya. Stella memeluk Mike seketika.
            “kamu ngapain disini?” Tanya Mike, mereka memutuskan untuk mengbrol  di sebuah restoran.” Aku kangen banget sama kamu. Kenapa kamu engga ada kabar sama sekali setelah aku pindah kesini? Aku khawatir sama kamu”
            “maafin aku Mike. Saat itu aku masih kesel sama kamu karena kamu pergi mendadak tepat di anniversary kita. Tapi akhirnya aku sadar bahwa aku salah dan saat itu aku ingin menghubungi kamu tapi aku engga punya smaa sekali nomer kamu disini. Aku juga kangen banget sama kamu.” Jawab Stella panjang lebar
            “terus kamu kesini untuk liburan?” Tanya Mike
            “bukan Mike. Aku bakal tinggal disini.”
            Jawaban Stella membuat Mike kaget sekaligus senang,” kenapa?”
            “papa memutuskan untuk mengurus bisnisnya yang ada di Jakarta. Selain itu juga untuk mencari adik aku.” Raut Stella berubah sedih seketika.
            Mike menjadi bingung dengan kata kata Stella barusan“adik? Setau aku kamu anak tunggl stel.”
            “sebenarnya aku mau menjelskan ini semua ke kamu tapi kamu terlanjur pergi.”
            Mike semakin bingung,” jelasin apa Stel?”
            “jadi sebenarnya aku bukan anak kandung papa dan mama. Aku anak dari anak buah papa aku. Dan pada suatu hari orang tua asliku kecelakaan. Akhirnya aku diasopsi oleh keluarga Sanjaya yang saat itu baru kehilangan anak. Umurku 7 tahun saat itu.” Air mata Stella perlahan menetes
            Mike yang baru mengetahui semuanya benar benar tidak menyangka apa yang terjadi dengan orang yang dia sayangi selama ini ”lalu adik kamu?”
            “dulu waktu papa masih tinggal di Surabaya, bisnis papa bangkrut dan mereka tidak memiliki apa apa, padahal saat itu mama sedang hamil adik aku 8 bulan. Tapi karena tidak memiliki biaya untuk menghidupinya, akhirnya stelah lahir adikku dititipkan ke tetangga mereka yang bisa dibilang hidupnya pas pasan. Setelah itu papa memutuskan untuk pegi ke Australia ke rumah kakek. Akhirnya papa membangun kembali bisnisnya di sana. Selama ini kami semua berusaha untuk mencari Fika.”
            Tiba tiba Mike ingat sesuatu “Sebentar sebentar. Kamu barusan bilang apa?Fika? itu nama adik kamu?” Tanya Mike dan diikuti anggukan Stella. Entah ini suatu kebetulan atau tidak tapi Mike yakin akan satu hal.” Tapi kenapa papa kamu engga bawa adik kamu ke Aussie juga? Lagi pula kalau papa kamu udah engga punya apa- apa darimana dia bisa naik pesawat ke aussie?
            “Mereka tidak bisa merawat Fika pada saat itu karena mereka tidak memiliki apa- apa. Dan mereka pergi ke Aussie karena mendapat pinjaman dari rekannya.” Jawab stella sembari menghapus air matanya,” aku ingin sekali bertemu dia Mike. Rasanya Papa sama mama engga pernah bahagia sebelum mereka bisa menemukan Fika kembali. Yah. Makanya kita semua pindah kesini untuk menemukan Fika”
            Mike merangkul bahu Stella,” sabar ya Stel. Aku janji akan bantu kamu kok.” Ujarnya sembari tersenyum dan kali ini Mike benar benar yakin akan hal itu.
            Suatu hari setelah mencari informasi tentang orang tua kandungnya, Arga mengajak Fika makan siang di sebuah mal,
            “makan apa ya enaknya Fik?lo mau pesen apa? Gue pesenin deh” Tanya Arga
            “terserah lo aja deh. Samain aja.” Jawab Fika. Saat Arga sedang memesan makanan, Fika melihat kearah sekelilingnya, betapa kagetnya dia, saat ia melihat seseorang yang ia kenal sedang duduk di meja yang agak jauh dari tempatnya bersama seorang cewek yang sangat cantik. Ya dia adalah Mike. Mereka terlihat snagat serasi. Dari tampilannya cewek itu pasti kaya, tidak seperti dirinya yang tidak punya apa apa.
            Tak terasa air mata Fika menetes, selama ini perjuangan Fika terasa sia sia, ketika cewek itu tiba tiba datang dan mengambil ynag seharusnya miliknya. Saat Arga kembali Fika segera mengajak Arga untuk keluar dari restaurant tersebut. Arga mengerti apa yang membuat sahabatnya itu begitu kalut.
            “oh jadi gara- gara Mike. Lo ngapain sih Fik nangis buat dia? Lo kan tahu dia masih setia sama cewek yang kamu bilang waktu itu. Dan mungkin itu dia. Mangkanya mereka kelihatan deket banget. “
            “yah. Gue ngerasa semua perjuangan gue buat dia percuma. Tiba tiba aja itu cewek datang dan dengan mudahnya di bikin Mike nyaman banget di deket dia. Pake rangkul rangkulan segala lagi. Padahal gue mau deket sama kak Mike aja butuh pengorbnan yang besar banget.”
            Meski merasa sedikit putus asa tapi dalam dirinya, fika bertekat untuk merebut Mike dari cewek itu, siapapun dia.
To Be Continued . . . . 

You Might Also Like

0 comments

Like us on Facebook