Short Story ☺
June 22, 2011“Mengagumi Tanpa Dicintai”
Karya:Arida Fitiriana Yasmin
Mungkin ini memang jalan takdirku ..
Mengagumi tanpa dicintai..
Lagu itu terus diputar di mp3 milik Fika, ia menganggap bahwa lagu itu sangat cocok dengan keadaannya saat ini. Sambil terus memandangi foto Mike, kakak kelas barunya di SMA, ia menggumam “kenapa sih kak. Lo jadi orang cuek banget ya. Heran deh. Padahal gue udah ngelakuin berbagai cara buat deketin lo. Tapi lo gak pernah sedikit pun ngertiin gue.” ia berhenti sejenak dan wajahnya melemas seketika, “Tapi lo tuh cool banget, baik banget, ganteng lagi. Itu yang bikin gue gak bisa lupain lo, dan tenang aja, gue gak akan pernah nyerah buat ngedapetin lo.”
Sejak masuk SMA beberapa bulan lalu, yang ada di fikiran Fika hanyalah Mike Mike dan Mike, kakak osis yang pada saat itu mengorientasinya pada masa MOS di SMA barunya. Umumnya MOS adalah masa yang paling dibenci para murid yang baru masuk sekolah, tapi itu tidak terjadi dengan Fika, justru Fika sangat bahagia melewati masa mosnya. Ya, karena Mike tentunya, padahal Fika baru saja mengenal Mike saat hari pertama mos. Fika menganggap Mike adalah malaikat karena memang pada saat mos para osis sering kali menggunakan kekuasaannya pada adik adik kelasnya, tapi Mike tidak, ia tetap sangat ramah pada adik kelasnya. Ditambah dengan wajah indo yang ganteng, tak heran tak sedikit dari adik kelasnya termasuk Fika yang tergila gila padanya.
Kini Fika memikirkan salah satu kejadian yang pertama kali membuatnya jatuh cinta pada Mike. Pada hari pertama mos semua peserta memang diwajibkan datang pukul 05.30 pagi, yang pastinya mengharuskan setiap peserta bangun lebih awal dari biasanya, dan itu adalah hal yang paling dibenci Fika. Tak salah lagi, itu yang membuatnya terlambat datang ke sekolah. Saat ia akan masuk dia sudah dihadang 3 kakak osis yang memasang wajah wajah sangar, belum belum badan Fika sudah merinding melihatnya
“kamu tahu ini jam berapa ?” bentak salah satu kakak osis perempuan yang wajahnya judes minta ampun. Belum- belum fika sudah serasa pengen ditampol pakai sepatu.
“jam enam kak.” Jawabnya sambil menunduk
“harusnya kamu datang jam berapa?” Tanya kakak osis yang lain, kali ini laki laki
“jam setengah enam kak.”jawabnya lagi
“udah tau kok masih telat aja. Baru hari pertama aja udah telat. Mau jadi apa kamu?”bentak seorang kakak lagi. ‘memangnya mereka gak pernah telat apa’ pikir Fika
“maaf kak.”Fika tak tahu harus bicara apa lagi.
Tiba tiba saja terdengar suara yang begitu lembut. Tidak salah lagi, itulah Mike, ”Udah kalian urus yang lain aja. Biar aku yang urus dia”
Saat Fika menoleh, ia seperti melihat seorang malaikat datang dengan wajahnya yang lembut, dan untungnya ketiga kakak osis dengan tampang judesnya itu telah pergi.
“hei kamu gak usah nunduk gitu” kata Mike sembari mengangkat dagu Fika. “aku bukan tipe orang yang suka sok jahat kayak mereka kok.kamu kenapa telat?”tambahnya sembari tersenyum kecil.
Senyumya benar benar melunturkan rasa takut di hati Fika.
“telat bangun kak.tapi aku janji gak akan ngulangin kok. Tapi kalau memang harus dihukum hukum aja kak.” Jawab Fika.
“engga apa apa kok. Aku engga suka liat cewek dihukum. Apalagi cewek semanis kamu. Tapi ini rahasia kita ya. Bilang aja kalau kamu udah dihukum.oke?” Mike tersenyum dan berbalik mennggalkan Fika yang masih terpesona kepadanya.
Tapi tiba tiba ia teringat bahwa ia belum mengucapkan terima kasih, jadi ia buru buru memanggil Mike dan berharap dia menjawabnya “ehhh kak makasih ya..” tapi ternyata Mike terus berjalan tanpa menoleh ke arah Fika.
Sejak saat itu Fika menjadi penasaran pada Mike dan dia selalu berusaha untuk mendekati cowok yang terkenal cuek itu.
“Woy, nglamun aja lo!” tiba tiba saja suara yang tidak asing lagi mengagetkan Fika dan membuyarkan semua lamunannya.
“Arga…… apaan sih lo? Ngagetin gue aja. Masuk kamar orang ketuk pintu dulu napa. Gak sopan banget sih !” Dumel Fika pada Arga, tetangga sekaligus sahabatnya sejak kecil.
“Aelah. Biasanya gue masuk kagak pake ketok juga kagak kenapa kenapa.” Sela Arga. Arga setiap hari sudah biasa keluar masuk rumah Fika, termasuk kamar Fika. Itu karena orang tua Fika sendiri sudah menganggap Arga sebagai anak mereka begitu juga sebaliknya.
Fika cemberut, “engga pake ngagetin bisa dong.”
”Ya sorry, abisnya lo sih siang siang bolong begini ngelamun, kesambet baru tau rasa lo. Ah gue tau nih. Pasti lo lagi mikirin si Mike setengah bule itu kan?” tebak Arga
Fika menyengir, ”lo emang sahabat gue yang paling pengertian deh ya iya dong. Siapa lagi.”
“Aelah Fik. Mike aja lo pikirin. Gue napa sekali sekali”sahut Arga sambil nyengir
Fika tertawa terbahak bahak sembari menjitak kepala Arga, ”apaan sih lo. Kurang kerjaan banget gue mikirin lo. Mendingan gue mikirin kucing lo yang lagi kawin tu.”
***
Kriiiiiinggggg…..
“Fika….. ayo bangun. Sekarang sudah hampir jam setengah tujuh. Kasian Arga udah nungguin kamu daritadi.” Setiap hari ibu Fika memang harus bersusah payah untuk membangunkan Fika, anak satu- satunya.
“iya bu. Bentar lagi ya.” Fika masih duduk di tempat tidur dengan matanya masih tertutup.
“ayo masuk kamar mandi” sahut ibu sembari menarik Fika ke kamar mandi.
Di meja makan, seperti biasa Ayah Fika mengobrol dengan Arga.
“maaf ya Ga. Setiap hari kamu harus nunggu lama. Kamu tau lah Fika itu paling susah disuru bangun.” Ujar ibu Fika dengan lembut sembari menaruh sarapan untuk Arga, maklum saja di rumahnya tidak ada yang menyiapkannya sarapan karena kedua orang tuanya sudah berangkat kerja.
“iya bu. Engga apa apa. Udah biasa.” Jawab Arga sambil tertawa.
“iya engga apa lah. Jadi tiap pagi ada yang nemenin ayah ngobrol” kata ayah.
Arga tersenyum, “ iya yah.” Keramahan keluarga Fika itulah yang membuat Arga lebih senang menghabiskan waktunya di rumah mereka, karena orang tuanya sendiri sangat sibuk dan jarang sekali ada di rumah.
Tidak lama kemudian Fika keluar dari kamarnya, “ Hey Pagi semuanya..” teriakan khas Fika setiap pagi. Setelah memakan sedikit sarapannya ia segera bersalaman dengan kedua orang tuanya dan segera menggandeng Arga menuju motornya yang diparkir di halaman rumah Fika.
“Eh Fik. Lo kok beda banget ya sama ibu lo? Ibu lo lembut banget tapi kenapa anaknya beringasan begini. Udah gitu wajah lo kagak ada mirip miripnya sama ayah atau ibu. ” Tanya Arga di perjalanan sembari tertawa.
“enak aja lo. Gue beringasan gini kan gara gara bergaul sama lo. Kalo masalah wajah dipkir pikir iya juga ya. Gue kok bisa cantik banget gini ya?” Jawab Fika sembari tertawa.
Tawa Arga semakin keras “ah pede amat lo.”
Fika ikut tertawa, “ eh Ga. Gue pengen banget deh punya kakak cewek yang lembut yang feminin.”
“kenapa?” Tanya arga heran
“ya kan biar ada yang ngajarin gue jadi cewek yang bener yang feminin gitu jadinya kan gue bisa pantes bersanding sama mike” jawab fika sembari tersenyum sendiri
Arga menyeritkan dahi dan memaklumi sahabatnya yang mulai gila dengan si setengah bule itu.
***
Saat istirahat, seperti biasa Arga menuju kelas Fika untuk mengajaknya ke kantin. Di kantin Fika bisa sepuasnya memandangi Mike, karena Mike memang sering menghabiskan waktunya di kantin seperti Fika. Di tangan Fika terdapat kotak yang berisi kue yang ia buat sendiri khusus untuk Mike, ya Fika memang pandai memasak karena ibunya memiliki usaha ketering jadi mau tak mau pasti ia harus bisa masak. Dan ini sudah kesekian kalinya Fika membuat kue untuk pujaan hatinya itu
Saat di kantin Fika berpas-pasan dengan Mike dan menyapanya, ”hai kak. Ini ada kue buat kakak. Semoga kakak suka ya”
”hai Fika.Wah pasti enak. Thanks ya” Jawab Mike sembari tersenyum manis dan segera berlalu meninggalkan Fika yang masih terbayang bayang. Senyum yang jarang diberikan Mike ke setiap cewek itu benar benar membuat Fika kegeeran setiap hari.
“eh Fik buruan tu makan bakso lo. Keburu masuk tau. Ngelamun mulu dari tadi.” Sahut Arga.
Fika tersenyum,” iya iya. Cerewet banget sih lo. Ibu gue aja engga gitu gitu amat.”
“yee. Rese lo.” Sahut Arga kembali.
“eh Ga. Kak Mike makin ganteng aja ya. Apalagi waktu dia senyum ke gue tadi. Manis banget. Kan dia jarang banget senyum gitu ke cewek.” Ujar Fika sembari tersenyum
“gula kali manis. Lagi pula ya Fik. Bukannya gue mau bikin lo patah semangat nih. Tapi Mike itu kan tajir banget, lo tau lah bokapnya aja punya perusahaan di luar negeri. Jadi pastinya dia nyari cewek yang setara sama dia dan kebanyakan cowok kayak dia tuh sukanya sama cewek yang feminin. Sedangkan kita ini pas- pasan Fik, apalagi lo pake rok aja engga pernah kecuali sekolah. Coba deh lo liat cewek cewek yang ngedeketin Mike cantik cantik kan? Jadi mendingan lo jangan terlalu berharap deh sama cowok kaya dia” jelas Arga panjang lebar.
Tapi kata kata Arga barusan sepertinya membuat Fika marah.” Jadi maksud lo gue engga pantes buat Mike. Ia kan ? lo sahabat gue bukan sih Ga? Kenapa lo jadi bikin gue down?”
Arga menunjukkan wajah bersalah” Bukan itu maksud gue Fik. Justru karena gue sahabat lo jadi gue mau yang terbaik buat lo. Gue engga mau lo jatuh cinta sama orang yang salah.”
“gausah sok tau deh lo. Lo knapa sih? Jadi mendadak nyebelin gini. Bikin males tau gak.”
Arga mencoba menjelaskan, tapi belum selesai menjelaskan, Fika sudah pergi dari kantin dengan wajah marah dan meninggalkan Arga dengan penyesalannya.
Masih dengan emosi, Fika berjalan melewati lapangan basket menuju kelasnya. Tapi tiba tiba saja bola basket yang sedang dimainkan di tengah lapangan tidak sengaja terlempar hingga mengenain kepala Fika. Fika pingsan seketika. Mike yang kebetulan lewat segera menolongnya dan membawanya menuju UKS, Arga yang juga melihat sebenarnya sangat ingin membantu Fika tapi sepertinya dia keduluan Mike, akhirnya ia memutuskan untuk menuju kelasnya.
Sudah hampir 2 jam Fika pingsan, dan Mike masih menemani dan menunggunya sadar. Tiba tiba saja tangan Fika bergerak dan ia mulai membuka matanya perlahan. Mike tersenyum lega melihat Fika telah sadar.
“kamu bikin aku panik aja Fik. Kamu engga apa apa kan ?” Tanya Mike
“masih sedikit pusing kak.” Jawab fika sembari memegangi kepalanya yang sakit.
“yaudah kamu istirahat aja dulu ya.”
“makasih kak. Kak, aku boleh Tanya gak ?” tanya Fika.
Mike mengangguk,”ya, silahkan”
Fika diam sejenak, “kenapa sih kak. Kakak baik banget sama aku? Padahal setau aku kakak cuek banget ke cewek cewek lain. Padahal kalo dibandingin cewek cewek lain aku kan engga ada apa apanya kak.”
Mike mengeluarkan senyuman mautnya dan membuat Fika semakin melayang rasanya, “Jadi gini Fik. Hampir 2 tahun yang lalu aku pernah tinggal di Aussie, dan di sana aku jatuh cinta sama seorang cewek, namanya Stella. Ya walaupun aku akui waktu aku jatuh cinta sama dia aku masih smp, tapi cinta aku buat dia masih ada sampe sekarang. Dan perasaan itu gak akan pernah berubah.”
Fika kebingungan sendiri dengan penjelasan Mike, “Terus hubungannya sama aku apa dong kak?”
“Wajah kamu mirip banget sama Stella. Setiap aku ngeliat kamu, aku seperti melihat Stella ada dalam diri kamu. Senyum kamu, wajah kamu semuanya mirip. Dia itu cinta pertama dan aku harap dia akan jadi cinta terakhir aku” Jawab Mike. Sekarang terjawab sudah Tanya Fika selama ini, dan menghapus semua rasa geer dalam dirinya bahkan sekarang Fika sadar bahwa di hati Mike memang hanya ada Stella
Fika tersenyum kecil, “kak Mike ada ada aja. Wajah aku pasaran kali ya?”
“engga. Bukan gitu Fik. Tapi memang ada banyak kesamaan dalam diri kalian, aku engga tahu ini Cuma perasaan aku atau bukan. Tapi mungkin ini Cuma efek kangen aku kali ya.” Ujar Mike sembari tersenyum pahit.
“emang kalau boleh tahu, kenapa kakak ninggalin kak Stella disana kalau memang kakak cinta sama kak Stella?” selidik Fika.
“aku terpaksa pindah ke sini karena bisnis papa aku. Sebenernya aku udah ngotot buat tetep di Aussie, tapi orang tua aku engga ngijinin. Jadi terpaksa aku ninggalin Stella disana. Padahal waktu itu tepat setahun kita jadian. Dan itu membuat kita lose contact sampe sekarang. Tapi sampai saat ini aku masih sayang banget sama dia dan aku juga yakin kalau dia masih sayang sama aku. Maka dari itu aku cuek sama cewek cewek di sini.”
“oh gitu. Aku ikut sedih ya kak. Kalau memang dengan kehadiran aku bisa mengobati rasa kangen kakak aku bisa kok nemenin kakak sampai kakak bisa ketemu kak Stella lagi.” Kata Fika sembari tersenyum.
“makasih ya Fik.maaf ya aku jadi curhat sma kamu nih.” Ujar Mike sembari tertawa kecil.
“engga apa apa kok kak. Aku jadi tahu semuanya dan aku seneng kok bisa bantuin kakak.” Kali ini Fika telah mengerti semuanya tapi sebenarnya di hati kecilnya dia masih belum bisa menerima kenyataan yang ada.
“oya, yang biasa jalan sama kamu itu pacar kamu?” Tanya Mike tiba- tiba.
Fika menyeritkan dahi,”maksud kakak Arga?” Tanya Fika yang dijawab anggukan oleh Mike
Fika tersenyum kecil, “dia itu sahabat aku dari kecil kak. Dari aku tk sampe sma kita satu sekolah. Terus rumah kita juga tetanggaan. Dia itu anaknya baik banget kak, dia selalu ada saat aku butuh.” Jawab Fika panjang lebar.
“ aku sering lihat kalian jalan berdua, kompak banget. Aku selalu iri melihat kekompakan kalian. Kamu beruntung bisa punya sahabat seperti dia. Bahakan engga sedikit loh yang mengira kalian itu pacaran.” Ujar Mike.
Fika tertawa, “emang banyak sih yang bilang kayak orang pacaran tapi toh kita memang cuma sahabatan.”
“tapi memangnya dia engga tahu kamu pingsan tadi? Apa aku kasih tahu dia ya?” Tanya Mike
Fika buru buru menyela “engga usah kak. Tadi kita abis berantem.”
Mike menunjukkan rasa heran,” kok bisa? Kenpapa?☺
“biasa lah kak. Masalah kecil kok. Bentar lagi juga baikan” Fika mencoba menutupi rasa takutnya kehilangan sahabat satu satunya itu.
To Be Continued . . .







0 comments