Short Story ☺
June 22, 2011
Mengagumi Tanpa Dicintai - Episode 3
Malamnya Fika yang sedang bergelut dengan pr-prnya kaget dan senang bukan main. Mike pujaan hatinya tiba tiba menelofnya. Padaha sebelumnya membalas sms dari fika pun jarang.
“hah? Ini bener telfon dari kak Mike. Gue engga mimpi kan?”Tanya fika peada dirinya sendiri sembari mencubit lengannya.
”auw. Sakit. Bererti beneran dong. Yeees.” Teriak Fika.
Karena kegirangan, Fika sampai hampir lupa mengangkat telfon dari Mike.
“halo. Fika..”
“eh eh ia kak. Tumben telfon ada apa?” jawab Fika
“hmm gini aku mau Tanya, nama panjang kamu Fika Sanjaya?”
“iya”
“dan nama papa kamu Sanjaya Putra?” Tanya Mike lagi
“iya kak. Kenapa? Tanya Fika penasaran
“engga apa apa sih Cuma Tanya aja. Soalnya aku kan mau bantuin kamu cari orang tua asli kamu, jadi aku mau mastiin aja” jawab Mike. Dengan jawaban Fika, Mike benar-benar yakin dengan apa yang ia tahu.
***
Sepulang sekolah, seperti biasa, Fika sedang bermain plastationbersama Arga di rumahnya. Tiba tiba terdengar suara ketukan dari arah pintu, selanjutnya terdengar suara ibu yang sedang membuka pintu. Tidak lama kemudian ada suara yang membuat Fika kaget. Jeritan ibunya.
“Fika.. kemari nak” teriak ibu. Karena penasaran Fika dan Arga menuju pintu rumahnya. Di sana ada Mike dan ada seorang perempuan yang sangat cantik seumuran ibunya, di sebelahnya terdapat seorang laki-laki seumuran ayahnya, yang aku yakin pasti dia indo, terlihat dari kulitnya yang sangat putih, di belakang laki laki itu aku menemukan cewek yang waktu itu bersama Mike di mall.
‘untuk apa Mike membawa keluarga ceweknya ke rumah gue? mau pamer?’ pikir fika dalam hati. Tak ada bayangan apa-apa dalam benak Fika.
“ini orang tua aslimu nak” kata kata ibu barusan benar benar membuat Fika hampir saja pingsan. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa dia bisa bertemu dengan orang tua aslinya. Senyum mengembang di bibir Arga, dia sangat senang melihat sahabatnya itu menemukan kebahagiannya.
Fika segera memeluk perempuan yang ada di didepannya itu.
“ini mama nak” ujar perempuan itu lirih, air mata Fika dan mamanya tumpah bersamaan. “maafin mama nak. maafin mama.” Mama fika mengelus rambut fika dengan penuh kasih sayang dan penuh kerinduan karena mereka tidak pernah bertemu selama 15 tahun.
“ini papa nak” Fika memeluk dengan erat lelaki yang tidak lain adalah papanya itu.
“kamu..” Fika terhenti di depan Stella, yang ternyata adalah kakaknya.
“ya..aku kakak kamu Fika…”Stella memeluk Fika sangat erat.
Tetapi ada kebingungan yang menyelimutik diri Fika, karena dari cerita ibunya, Fika adalah anak pertama dan ia tidak mengetahui dari mana asalnya di mempunyai seorang kakak
“mama tahu kamu pasti bingung kan. Dia kakak angkat kamu. Dia anak teman papa kamu dan kedua orang tua aslinya telah meninggal dunia jadi kami yang merawatnya.”
Fika sekarang mengerti kenapa Fika bisa memliki seorang kakak. Dan ternyata Fika baru sadar bahwa cewek yang ia lihat bersama Mike di mal itu adalah Stella, dan dia adalah kakaknya sendiri. Suasana haru menyelimuti rumah Fika hari itu. Mereka melepas rasa rindu mereka. Tapi tidak semua rasa senang menyelimuti hati Fika, karena Fika tahu bahwa saingannya untuk memiliki Mike adalah kakaknya sendiri. Rasa sayang Fika terhadap Mike masih sebesar dulu, apa lagi setelah dia tahu yang mempertemukan dia dengan keluarganya adalah Mike.
Papa dan mama Fika berencana untuk membawa Fika bersama mereka, tetapi Fika meminta waktu kepada mereka untuk tinggal seminggu di rumah ayah dan ibu yang merawatnya selama 15 tahun, sesungguhnya dia merasa tidak tega meninggalkan ibu dan ayahnya sendirian, juga sahabatnya Arga, walaupun mereka masih bisa bertemu di sekolah. Akan tetapi di lain sisi Fika juga merasa bahagia karena bisa mendapat apa yang ia inginkan selama ini yaitu menjai orang kaya, karena dengan begitu, ia bisa lebih dekat dengan Mike. Ya, walaupun ia tahu hati mike hanya untuk kakaknya, tapi Fika masih ingin memperjuangkan cintanya.
“Selamet ya Fik. Akhirnya lo bisa nemuin orang tua asli lo. Bule lagi.” Arga tiba tiba sudah ada di belakng Fika saat ia duduk di depan teras rumahnya.
Fika tersenyum kecil, “ iya Ga. Thanks ya.”
“lo kenapa? Bukannya harusnya lo seneng ya bisa ketemu orangg tua lo? Tajir lagi, itu kan yang lo mau dari dulu.”
“bukannya gue engga seneng, gue seneng kok Ga. Seneng banget malahan. Tapi…”
“tapi apa?” sela Arga
“dan itu artinya gue harus bersaing sama kakak gue sendiri buat dapetin kak Mike.”
“gue kan udah bilang dari dulu Fik. Mendingan lo jauhin dia. Daripada lo yang sakit nantinya. Apalagi lo tahu kalu dia cuma cinta sama satu orang yaitu kakak lo sendiri. Apa lo tega ngerusak hubungan orang yang saling mencintai?
“lo engga ngerti perasaan gue Ga”teriak Fika
“gue ngerti perasaan lo Fik.” jawab Arga
“lo engga ngerti! Dan lo engga bakal ngerti karena lo engga pernah ada di posisi gue!” air mata Fika menetes
“ gue ngert Fik, karena selama ini gue ada di posisi lo. Gue sayang sama lo. Sayang bangeeet. Tapi betapa hati gue sakit saat lo lebih sayang sama orang lain daripada sama gue.” ungkap Arga jujur. Dia akhirnya mengungkapkan apa yang selama ini ingin ia ungkapkan .
Fika kaget bukan main mendengar ucapan Arga. ”Ha? Lo gila ya. Gue ini sahabat lo Ga.” Bentak Fika sembari jalan meninggalkan Arga.
“Fik.. Fikaa..” Arga ingin sekali menjelaskan semuanya tapi fika sudah tidak mau mendengar kata katanya.
***
“Fikaaa.” Sapa Stella di kantin sekolah. Ya, sekarang stella menjadi murid baru di sekolah Fika.
Fika tersenyum tipis, “eh kak. “
“sebenernya kakak pengen tanya sesuatu sama kamu.”
“Tanya apa kak?”
Stella berhenti sejenak, “ kamu beneran sayang sama Mike?”
Fika kaget bukan main, “dari mana kakak tau?”
“sebenernya aku udah tau dari tingkah laku kamu ke Mike dan aku mastiin ke ayah sama ibu. Dan ternyata bener.” Jelas Stella
“kak, bukan maksud aku. Maaf ya. Aku janji bakal jauhin dia kok kak.”
Stella mengelus kepala adiknya itu, “engga fik. kakak tau kamu sayang ke dia yang terpenting buat kakak sekarang cuma kebahagiaan kamu. Itu aja.”
Fika tersenyum dan memeluk kakaknya tersebut dan dia tidak bisa berkata apa- apa. Dia sekarang merasa sangat beruntung memiliki kakak yang berhati yang mulia.
***
Sampai di rumah, Fika mengunci diri di kamar. Dia berfikir tentang Mike dia dan kakanya, Stella. Fika merasa dia adalah penghancur hubungan kakaknya dan Mike. Apalagi dia tahu bahwa Mike sangat mencintai kakanya bukan mencintai dia.
Dia berfikir betapa jahatnya dia mengganggu hubungan dua orang yang saling mencintai apalagi saudaranya sendiri. Kini dia sadar bahwa cinta memang tidak bisa dipaksakan. Dari semua yang sudah ia dapatkan sekarang, ia merasa semua mimpinya telah menjadi kenyataan, dia bisa mendapat kasih sayang dari orang tua aslinya bahkan dia memiliki seorang kakak. Ia tersenyum puas dan mengerti apa yang seharusnya ia lakukan.
Lamunannya tiba- tiba terhenti karena perutnya berbunyi.
“aah siaal. Laper banget gue. mana ibu sama ayah lagi keluar lagi.” Dia berfikir sebentar dan tersenyum geli,” ke rumah gue yang satunya ah. Pasti ada makanan. Sekalian gue mau ngomongin semuanya ke kak Stella”
***
Mike memutar- mutar tubuhnya di depan cermin. Baju baju berserakan di tempat tidurnya. Sudah berkali kali dia mengganti bajunya akhirnya dia menemukan baju yang pas.
“nah, gini kan ganteng gue.” ujarnya sembari tersenyum melihat bayanganya di cermin. Dia akan pergi ke rumah stella karena dia merasa sekarang adalah waktu yang tepat untuk berbicara serius dengan Stella karena dia benar- benar ingin memilikinya lagi.
Sesampai di rumah Stella, mereka mengobrol di taman belakang. Mike mencoba untuk menjelaskan smuanya pada stella.
“emm, sebenernya ada yang pingin aku sampein Stel.” Kata Mike
“kenapa Mike?” Tanya Stella
Fika baru saja sampai di rumah keduanya, “Assalamualaikum.” Teriaknya
“Waalaikumsalam” jawab bi Ina.
Fika celingak celinguk mencari orang. “kok sepi banget sih bi? Pada kemana?”
“bapak sama ibu masih kerja non. Terus non stella ada di taman belakang sama mas Mike.” Jawab bi ina.
Fika menyeritkan dahi, tapi dia bersyukur bahwa ini dia waktunya untuk menyatukan mereka kembali. Fika tersenyum dan menuju taman belakang. Tapi saat dia sampai di taman dia melihat Mike dan kakaknya sedang ngobrol serius, sehingga dia memutuskan untuk menguping di balik dinding.
Mike tersenyum, “pertama, aku mau minta maaf sama kamu. Karena saat itu aku gak kasih kabar apa apa sama kamu. Sebenernya aku takut banget kehilangan kamu stel. Aku sayang banget sama kamu. Dari dulu sampe sekarang dan bakal selamanya. Sejak pindah disini aku cuek dan menutup hatiku buat sama semua cewek karena aku yakin kamu juga masih sayang sama aku. Aku mau kita balikan kaya dulu lagi Stell.” Ujar Mike sembari menggenggam erat tangan Stella.
Stella terdiam, air mata menggenang di matanya, sebenarnya ia tidak mau mengatakan hal yang ia akan katakan, tapi ia harus, “ Mike. Sebenernya aku juga sayang sama kamu dan sebenernya aku pegen banget kita balik kaya dulu.”
Mike menyela dan tersenyum ,” yaudah kita balikan aja”
Stella tak kuasa menahan air matanya, “ tapi gue gak bisa.”
Mike memasang tampang heran,” tapi kenapa?”
“kamu tahu kan kalo adikku sayang banget sama kamu? Buat aku dan orang tuaku yang terpenting sekarang adalah kebahagiaan Fika. Kamu gak pernah kan merasa ditelantarkan. Aku pernah ngerasain itu dan aku beruntung banget bisa punya orang tua baru. Maka dari itu aku gak mau sedikitpun nyakitin hati fika. Kalau kebahgiaan Fika adalah bersaama kamu. Aku rela kok Mike.” Jelas Stella sembari mengahpus air matanya.
Mike serasa mandapat pukulan hebat di atas kepalanya. Dia sama sekali tidak mengerti tentang hal ini. Sedangkan di balik dinding, Fika kaget mendengar kata- kata kakaknya tadi dengan air matanya yang telah menggenang.
Fika memutuskan untuk angkat bicara, “kak stella. Aku sadar kok. Aku gak mau jadi perusak hubungan kalian. Apalagi aku tahu kalo di hati kak Mike Cuma ada kak Stella. Percuma kan aku mencintai orang yang gak akan pernah mencintai aku. Aku gak apa- apa kok kak.”
Fika diam sejenak dan meraih tangan Stella dan tangan mike.“aku sayang kalian berdua dan aku bahagia kalo liat kalian bahagia. Aku mohon kalian balikan ya.”
“tapi Fik..” sela Stella
Fika tersenyum, “kak, kakak mau kan liat aku seneng? Aku seneng kalo kak stella juga seneng.”
Fika memeluk keduanya dan dia bisa tersenyum puas sekarang. Dia merasa ada beban yang terangkat dari punaknya karena melihat kedua orang yang dia sayang bersatu dan sekarang dia benar benar sadar siapa yang selalu ia sayangi sebenarnya.
***
Hari ini Fika akan pindah ke rumah papa mamanya, papa dan mamanya datang menjemput. Mike datang bersama Stella untuk membantu membawakan barang- barang Fika. Sebelum dia pergi, Fika menuju rumah Arga, dia merasa harus membenahi hubungannya dan sahabatnya itu karena terakhir kali merek a bertemu, mereka bertengkar.
“Ga.. maafin gue ya. Gue tahu gue salah waktu itu dan emosi gue gak terkontrol banget. Lo jahat banget sih gue kesepian tau berapa hari ini gak ada lo” Jelas Fika sembari tertunduk.
Arga tertawa dan mengangkat dagu orang yang sangat ia cintai itu,” iya gak apa- apa gue ngerti kok. Kangen ya?”
Wajah Fika bersemu merah, “emm. Kata- kata lo yang waktu itu serius?”
“ya iyalah serius banget malah. Gue tuh sayang banget sama lo dari dulu sebenernya, tapi gue takut buat ngungkapinnya. Emm…Jadi gimana nih?” Jawab Arga sembari tersenyum
Fika tersenyum manis dan mengangguk, “ yaudah yuk. Emang lo gak mau bantuin pindahan gue apa.” Katanya dan menarik tangan Arga menuju rumahnya. Arga tersenyum dan benar- benar merasa lega karena akhirnya Fika menjadi miliknya.
“eh kamu dari mana aja sih? Kita udah mau berangkat nih.” Tanya mama Fika
Fika tertawa kecil, “dari jemput Arga ma.”
“yah gue kehilangan tetangga gue yang paling bawel dong. Pasti bakalan sepi deh.” Sahut Arga sembari tertawa.
“yee siapa bilang. Tenang aja gue bakalan sering main disini kok dan lo masih wajib antar jemput gue.” ujar fika sembari tersenyum lebar
Fika tersenyum geli setelah melihat kakaknya yang ada dalam rangkulan Mike. “ehm. Yee yang balikan.” Godanya.
“wah sekarang kan aku udah sama kakak kamu nih Fik. kamu sama sapa dong?” goda Mike sembari tertawa
“tenang aja kak. Kan ada gue. Dia udah jadi milik gue sekarang.” Jawab Arga sembari tersenyum lebar dan merangkul tubuh mungil Fika.
“loh?” mama, papa, ayah, ibu stella dan Mike tampak keheranan. Tapi setelah mengetahui semuanya, mereka semua akhirnya tertawa dalam kebahagiaan karena melihat Fika telah menemukan siapa orang yang dia sayang sebenarnya.
T .H.E E.N.D







0 comments