How is college?

June 23, 2014

Tulisan ini sudah ada di draft blog sejak 3 tahun silam. Entah mengapa saya memutuskan untuk tidak mau publish tulisan ini pada saat itu. Tapi 3 tahun kemudian saya kembali membaca tulisan yang saya rasa worth-telling ini dan saya pikir ini saatnya untuk tulisan saya beberapa tahun lalu ketika saya awal merasakan menjadi mahasiswa baru untuk  dipublikasikan. Saya harap tulisan ini dapat membantu sedikit mencerahkan para calon mahasiswa (atau mahasiswa yang masih merasa tersesat) di luar sana.


June 14th, 2014.

College is never as easy as every teenager on highschool think.

Trust me, kuliah itu SUSAH. Khususnya untuk anak teknik. Tapi selama kamu menjalani dengan ikhlas pasti kamu nggak akan terbebani apapun. tapi kalau jujur ditanyaa susah atau engga. Ya jawabannya susah. Tapi kalau masalah pengalaman hidup, dijamin masa kuliah adalah salah satu masa dengan momen-momen yang ngga akan pernah kamu lupain seumur hidup.

Mungkin ini pertama kali aku ngepost soal dunia kuliah. udah hampir satu tahun kuliah, dan bisa dibilang aku sudah punya banyak sekali pengalaman baru yang belum pernah aku dapatkan di masa SMA. Sekarang aku bakal cerita suka dukanya kuliah di jurusan arsitektur FT-UB. Jujur, tempat ini ngga pernah terpikirkan sewaktu aku SMA. karena obsesiku yang kepingin masuk ke salah satu institut sudah terlalu besar. Tapi namanya juga rejeki, yang ngatur yang di atas, jadilah aku masuk kesini. well, aku nggak pernah nyesel, karena aku yakin Allah punya rencana yang indah di balik itu semua.

Awal semester 1 semuanya terasa terlalu berat, dari mulai menyesuaikan diri dengan tugas yang setiap hari numpuk, dan probin maba di setiap akhir minggu. Tapi beruntungnya aku punya keluarga baru yang setia mensupport satu sama lain. Dan akhirnya sesusah apapun tugas kami, deadline setiap hari, jarang tidur, tapi toh semuanya dapat terselesaikan dengan baik.

Tidak hanya masalah akademik, di FT UB salah satu yang wajib dilakukan oleh maba adalah mengikuti probin maba di fakultas maupun jurusan. Sebelumnya aku juga sempat kontra dengan program ini, tapi toh akhirnya setelah menjalani, aku sadar bahwa semua hal yang senior lakukan pada kami, adalah semata-mata untuk membina kami ke arah yang lebih baik. Karena bagaimanapun mereka yang sudah pernah mengalami bagaimana hidup di sana dan mereka hanya membantu kami untuk menyesuaikan diri kami. Setelah dirasakan hasilnya juga ternyata sangat bermanfaat, dimana saat probin kami mendapatkan nilai kedisiplinan, materi membuat maket, nilai untuk lebih mencintai lingkungan, hingga nilai untuk lebih merekatkan angkatan kami. Semua hal yang pernah kami lakukan selama probin 8 bulan itu masih tertancap jelas di ingatanku. Karena semua yang diajarkan ternyata memang bermanfaat. Bahkan aku bersyukur karena dari probin mentalitas kita sebagai mehasiswa jadi lebih terbentuk, karena ternyata menghadapi dosen killer itu jauh lebih serem daripada menghadapi senior. Tapi jelas masih banyak orang yang juga kontra dengan program ini karena baru mengikuti sebentar atau bahkan hanya liat dari luar saja sudah menolak duluan. Mungkin memang inilah kenapa kami juga diajarkan untuk merenung dan berfikir selama probin, ya supaya semua ucapan kita nggak dangkal. Jadi, setiap orang boleh berpendapat, tapi jelas yang lebih sering mengalami akan lebih tau, jadi pendapat kita lebih bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Di sini, hal yang paling ditanamkan adalah rasa kekeluargaan. bahkan mungkin dibandingkan dengan jurusan fakultas manapun, kekeluargaan di teknik itu nggak ada duanya. Karena bagaimanapun, kuliah di teknik itu akan saling membutuhkan satu sama lain. dan kita nggak akan bisa kerja sendiri sendiri. itulah kenapa kami ditanamkan nilai itu sejak kami masuk kuliah.

Nah, selain itu banyak hal yang membuat aku harus menyesuaikan diri dengan dunia kuliah. tapi yang tidak terlalu sulit bagiku adalah begadang tugas karena dari jaman SMA saja aku sudah sering insomnia. jadi baguslah paling tidak insomniaku bisa berguna sekarang. Tapi kini semua kebiasaan yang dulunya susah mulai terasa lebih ringan. kelas studio yang berlangsung dari pagi sampai sore pun sudah terasa biasa bagi aku dan teman-teman. Tapi untuk tugas tentu semuanya tiada akhir sampai kita lulus nanti. untuk kami, stau semester itu akan terasa cepat dengan kebiasaan kami yang setiap hari ya bergelut dengan kertas gambar dan alat gambar dari pagi hingga pagi lagi.

Tapi, ya itulah susahnya kuliah arsitek. menyeimbangkan antara soft skill dan hard skill. antara akademis dan organisasi. antara kuliah dan keluarga. semuanya sama-sama penting dan semuanya harus berjalan dengan seimbang. Nggak ada orang yang menyuruhku sekolah arsitek. semuanya pilihanku dan sesusah apapun itu semuanya harus aku jalani dengan penuh tanggung jawab. Dan setidaknya, aku beruntung menemukan orang-orang baru disini yang telah kuanggap sebagai keluarga.

Bukannya mau nakut-nakutin yaa, tapi ya memang inilah dunia nyata yang akan kamu hadapi setelah kamu lulus SMA. Masa kuliah itu memang susah, tapi dijamin kamu akan menemukan jati diri kamu yang sebenarnya ya di masa kuliah ini. kamu akan melihat diri kamu tumbuh dewasa dan dapat mempertanggung jawabkan semua pilihanmu sendiri.

-A

You Might Also Like

0 comments

Like us on Facebook